Apa Sih Perbedaan Bandwidth dengan Throughput ?

Apa Sih Perbedaan Bandwidth dengan Throughput ?

Sebagai administrator jaringan jika Anda mengetahui dengan pasti Bandwith dan Throughput itu adalah yang berguna karena bisa mengukur kualitas jaringan Anda. Pada dasarnya Throughput memberi tahu Anda berapa banyak data yang ditransfer dari sumber pada waktu tertentu (real time) dan bandwidth memberi tahu Anda berapa banyak data yang secara teoritis dapat ditransfer dari sumber pada waktu tertentu.

Jadi seberapa penting Bandwith dan Throughput dalam jaringan ?

Jawabannya adalah, penting. Terutama untuk menguur kecepatan. Sebuah alat pengukuran wajib pada kualitas jaringan internet. Semakin besar Throughput dan Bandwith bisa dipastikan semakin bagus pula kualitas jaringan tersebut.

Secar teknis, bandwith menggambarkan seberapa besar data yang dapat Anda peroleh dari titik A ke titik B dalam waktu tertentu. Umumnya menggnakan satuan Kbps (Kilobit per second) atau Mbps (Megabit per second). Sementara troughput lebih ke perhitungan real, bukan hanya teoritis. Jadi faktor-faktor seperti latensi, jitter, dan gangguan transmisi lainnya membedakan angka thourghput dengan bandwith.

Jadi bagaimana mengoptimalkan througput? yang jelas ada beberapa cara. Pertama dengan memaksimalkan pengaturan pada QoS, kedua memastikan perangkat yang digunakan bisa menampung bandwith, jangan sampai bandwidth cukup besar tetap tidak dibarengi dengan kualitas perangkat yang ada, dan yang terakhir yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan menyingkirkan gangguan frekuensi dan semacamnya.
Nguprek Quiz Pilot #0

Nguprek Quiz Pilot #0

Team Nguprek tengah berusaha menjadikan situs ini menjadi rujukan belajar teknologi bagi pelajar maupun guru. Untuk menyambut UNBK TKJ 2020 tim tengah menggodok bagaimana caranya supaya pembaca tidak hanya bisa menikmati materi tetapi juga mengukur sejauh mana pengetahuan yang didapat.

Untuk itu kami mencoba mengeluarkan Nguprek Quiz. Sebuah postingan yang berisi soal-soal latihan khusus untuk mereka yang bergelut di bidang TKJ (Kemungkinan jurusan lain menyusul) untuk bisa dijadikan sarana latihan dan evaluasi diri.

Kami selalu terbuka untuk kritik dan saran. Silakan buka lapan Usul Pembahasan untuk sampaikan kritik dan saran. Kami tunggu, dan selamat mengerjakan edisi perdana Nguprek Quiz

Welcome to your Pilot Quiz

Name Email

"Andi ingin mengembangkan sebuah bisnis startup yang nantinya melayani pengguna dalam hal kasir. Andi tidak memiliki modal server fisik oleh karena itu dia membutuhkan sebuah layanan cloud yang sesuai."


Kategori layanan cloud yang dibutuhkan oleh Andi adalah . . .

"Putri merupakan siswa SMK yang ingin mengamankan data-data yang ada di dalam server latihannya. Ia membutuhkan layanan penyimpanan yang bisa diakses dari mana saja,"


Solusi teknologi apa yang bisa dimanfaatkan oleh Putri ?

Di bawah ini yang termasuk dalam proses DHCP adalah . . . .
Serangan DDoS termasuk dalam kategori serangan . . . .
Di bawah ini yang bukan ciri-ciri sistem operasi jaringan adalah . . .
Konfigurasi Load Balancing Menggunakan HAProxy

Konfigurasi Load Balancing Menggunakan HAProxy

Sebelum masuk ke konfigurasi, ada baiknya kita mengenal sedikit tentang apa itu Load Balancing. Load Balancing adalah teknik untuk membagi beban suatu server ke server lain. Sebagai contoh kita punya sebuah Server A kemudian kita ingin membagi beban dari server tersebut ke Server B. Untuk melakukan hal tersebut kita memerlukan dua server dan satu perangkat yang digunakan untuk load balancing sebagai contoh sebuah server lain ataupun sebuah PC.

Baca Juga : Pengertian Load Balancing

Topologi

Dalam topologi ini terdapat dua server dan satu perangkat load balancing serta beberapa klien. Syarat yang dibutuhkan adalah kedua server sudah terinstall web server dan dapat berjalan dengan baik. Dan juga bedakan tampilan dari kedua web server agar dapat memudahkan pengecekan. Kemudian konfigurasi perangkat load balance seperti berikut.

 

Langkah-Langkah

1. Pertama, ubah repository dari debian menjadi repository internet.

2. Kemudian update repository dengan perintah # apt-get update.

3. Setelah itu, install haproxy dengan perintah # apt-get install haproxy.

4. Masuk ke konfigurasi default haproxy dengan perintah # nano /etc/default/haproxy.

5. Kemudian ubah isi konfigurasi dengan menghilangkan tanda pagar (#) yang berada di CONFIG=”/etc/haproxy/haproxy.cfg”, setelah selesai simpan file konfigurasi tersebut kemudian keluar.

6. Langkah selanjutnya adalah membuka file konfigurasi haproxy.cfg dengan perintah # nano /etc/haproxy/haproxy.cfg.

7. Setelah itu ubah isi file konfigurasi dari haproxy.cfg seperti berikut. Buat syntax frontend dan backend lalu beri nama header dan footer. kemudian di dalam syntax frontend ketikkan bind * = 80 agar haproxy dapat terkoneksi dengan web browser http. Tambahkan syntax mode http pada frontend dan backend agar haproxy berjalan di protokol http. tambahkan juga syntax default_backend footer agar frontend dapat terkoneksi dengan backend. Tambahkan syntax balance roundrobin agar haproxy menggunakan protokol load balance jenis roundrobin. Terakhir tambahkan syntax server web1 172.17.3.3:80 check, syntax web1 digunakan untuk memberi nama server 1, syntax ip merupakan ip dari server satu dan menggunakan port 80.

8. Lalu coba akses IP Address dari perangkat load balance yaitu 172.17.3.6, maka perangkat load balance akan mengarahkan akses ke salah satu web server.

9. Kemudian kita coba untuk mengjui HAproxy dengan cara mematikan service web server pada server 1. Buka salah satu server kemudian stop service web server dengan cara # service apache2 stop  atau refresh secara berkala untuk membuktikan server berganti. *catatan : Pastikan semua server berjalan dengan baik.

10. Lalu coba akses kembali IP Adress dari perangkat load balance dengan mengetikkan IP pada browser. Maka tampilan web server yang akan tampil adalah dari server 2.

Catatan :

Untuk memanfatu penggunaan HAProxy pada konfigurasinya bisa ditambahkan :
stats enable
stats uri /haproxy?stats

Kumpulan Soal Administrasi Sistem Jaringan [Update Berkala]

Kumpulan Soal Administrasi Sistem Jaringan [Update Berkala]

Administrasi sistem jaringan adalah salah satu mata pelajaran baru yang ada dalam kurikulum 2013 revisi. Untuk membantu dalam memahami materi dan mempersiapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) berikut beberapa kumpulan pertanyaan mengenai ASJ. Halaman ini akan di-update berkala :

  1. Sebutkan fungsi dari DNS Server !
  2. Apa saja perbedaan sistem operasi jaringan dengan sistem operasi lainnya ?
  3. Sebutkan beberapa jenis sistem operasi jaringan !
  4. Apa yang membedakan remote server menggunakan SSH dengan Telnet ?
  5. Apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah remote server ?
  6. Apa saja yang dibutuhkan untuk konfigurasi DNS server ?
  7. File apa saja yang harus dikonfigurasi untuk konfigurasi DNS Server ?
  8. Jelaskan prinsip kerja DHCP !
  9. Apa yang dimaksud dengan DHCP ?
  10. Disebut apakah IP yang muncul ketika klien gagal mendapatkan IP dari DHCP Server ?
  11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan DHCP Relay ?
  12. Jelaskan cara kerja DHCP Relay !
  13. Tools apa saja yang digunakan dalam pengujian DHCP Server ?
  14. Tools apa saja yang digunakan dalam pengujian DNS Server?
  15. Tools apa saja yang digunakan dalam pengujian Remote server ?
  16. Berapakah port default untuk layanan DNS ?
  17. Berapakah port default untuk layanan FTP ?
  18. Berapakah port default untuk layanan SSH ?
  19. Berapakah port default untuk layanan telnet ?
  20. Sebutkan beberapa jenis web server !
  21. Bagaimana cara melakukan instalasi apache 2?
  22. Bagaimana cara melakukan instalasi nginx?
  23. Jelaskan konfigurasi untuk mengganti DocumentRoot untuk Apache2?
  24. Jelaskan apa yang dimaksud dengan DocumentRoot ?
  25. Jelaskan langkah-langkah untuk konfigurasi virtualhost menggunakan Apache2 !
  26. Apa yang dimaksud dengan domain ?
  27. Apa yang dimaksud dengan sub-domain ?
  28. Bagaimana cara melakukan pengujian web server ?
  29. Bagaimana cara melakukan pengujian DNS Server ?
  30. Bagaimana cara melakukan pengujian DHCP Server ?
  31. Bagaimana cara melakukan pengujian Remote Server ?
  32. . . . . . . . .

Update : 16/9/2019

Halaman kumpulan soal administrasi server jaringan ini akan di-update berkala. Jawaban soal-soal ini juga akan di-update kemudian. Pantau terus di situs ini.

Tutorial Packet Tracer Lengkap

Tutorial Packet Tracer Lengkap

Seperti yang kita ketahui bersama packet tracert adalah satu dari banyak progra simulasi jaringan milik Cisco. Melalui packet tracer kita bisa mensimulasikan berbagai macam topologi jaringan, mulai dari konfigurasi dua router, tiga router, router on stick, server, dan berbagai macam lainnya. Berikut kumpulan artikel mengenai tutorial packet tracer lengkap dan akan terus di-upadate ketika ada yang baru.

Tutorial Konfigurasi 3G/4G Service di Cisco Packet Tracer , tutorial ini berisikan cara-cara mengkonfigurasi tower 3G/4G dalam packet tracer.

Tutorial Konfigurasi Access Point di Cisco Packet Tracer. Jika Anda sedang ingin mengimplementasikan jaringan nirkabel pada packet tracer atau mengkonfigurasikan access poin di paket tracer, mungkin artikel tersebut bisa membantu.

Tutorial Inter-Vlan Routing di Cisco Packet Tracer. Tutorial tersebut berisikan materi tentang bagaimana routing menggunakan skeman vlan.

Tutorial packet tracer router on stick. Artikel tersebut berisikan materi tentang menggunakan router dalam melakukan routing VLAN. Sering muncul dalam materi pembelajaran administrasi infrastruktur jaringan.

Konfigurasi routing static, OSPF, RIP, dan lainnya di packet tracer juga bisa Anda ditemui di website ini.

Rumus – Rumus Microsoft Excel yang Wajib Diketahui

Rumus – Rumus Microsoft Excel yang Wajib Diketahui

Hai sahabat nguprek, selamat malam. Pada pertemuan kali ini aku akan membahas tentang rumus dasar microsoft excel.
Sudah tau kan Microsoft Excel itu apa? Microsoft Excel adalah sebuah aplikasi spreadsheet yang telah dikembangkan oleh Microsoft untuk sistem operasi Microsoft Windows, Mac OS X, dan iOS. Di dalam Microsoft Excel terdapat banyak berbagai macam fitur yang bisa digunakan seperti grafik, kalkulasi, tabel dan lainnya.

Baca juga Membedakan Shared Hosting dan Dedicated Hosting

Di dalam microsoft excel ini terdapat banyak sekali rumus yang memudahkan kalian untuk membantu pekerjaan kalian. Dengan memakai rumus-rumus microsoft excel, pekerjaan yang biasa kalian lakukan secara manual akan lebih termudahkan. Rumus-rumus pada microsoft excel dapat digunakan untuk mendapatkan jumlah, rata-rata, perhitungan nilai maksimum dan nilai minimum dan kalkulasi lain sebagainya pada berbagai sel atau range. Dari banyaknya rumus atau fungsi tersebut, aku akan membahas dasarnya saja , antara lain average, count, sum, min, max dan if. Langsung saja masuk ke pembahasan, yuk disimak.

1. Average
Di dalam Microsoft Excel terdapat fungsi average. Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari range. Syntax yang digunakan dalam menggunakan fungsi ini adalah :
=AVERAGE(sel_awal:sel_akhir)
Contoh :


Pada gambar di atas, ketika kalian mengisi nilai rata-rata dari kolom C3 hingga C6, maka anda bisa menggunakan rumus =AVERAGE(C3:C6) dan akhiri dengan tombol Enter, maka anda akan mendapatkan hasilnya seperti pada gambar tersebut.

2. Count
Fungsi COUNT digunakan untuk menghitung berapa banyak data yang berupa angka pada sekumpulan cell atau range tertentu. Dengan demikian, data yang bukan berupa angka tidak akan dihitung oleh fungsi count ini.
Syntax yang digunakan adalah =COUNT(value1,[value2],..)
Contoh:


Disini kita akan menghitung berapa banyaknya data berupa angka yang terdapat pada cell D3 sampai D7. rumus yang digunakan =count(D3:D7) lalu enter
hasilnya adalah 3 karena hanya ada 3 data angka pada cell D3:D7 yaitu 2,3, dan 5

3. Counta
Fungsi COUNTA digunakan untuk menghitung seluruh data baik berupa angka maupun bukan angka yang terdapat pada cell tertentu.
Syntax yang digunakan adalah =COUNTA(value1,[value2],..)
Contoh : Menghitung data baik angka maupun bukan pada cell D3 sampai D8,


rumus COUNTA yang digunkan adalah =COUNTA(D3:D8)
hasilnya adalah 6 karena jika cell kosong tidak dihitung

4. Countif
Fungsi COUNTIF digunakan untuk menghitung jumlah data pada sekumpulan cell atau range yang memiliki satu kriteria tertentu. Syntax yang digunakan adalah =COUNTIF(range; “criteria”)
Contoh : Menghitung banyak pisang pada cell D3 sampai D9.


Rumus countif yang digunakan adalah =COUNTIF(D3:D9;”Pisang”)
Hasilnya adalah 3 karena ada 3 buah pisang dari cell D3 sampai D9
Contoh : Menghitung jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah 75.


rumus countifnya adalah =COUNTIF(E4:E9;”<75")
Rumus tersebut akan menghasilkan nilai 3 karena ada 3 siswa yang mendapatkan nilai di bawah 75 yaitu Andi, Yuli, dan Anggi.

5. Countifs
Fungsi dari COUNTIFS adalah untuk menghitung jumlah data pada sekumpulan cell / range yang memiliki kriteria lebih dari satu. syntax yang digunakan adalah =COUNTIFS(range1;"criteria1";range2;"criteria2"…)
contoh: Menghitung Siswa Perempuan yang Tingginya lebih dari 145 cm


Kriteria 1 : Siswa Perempuan
Kriteria 2 : Tinggi lebih dari 145 cm
Rumus COUNTIFS yang digunakan adalah =COUNTIFS ()
Hasilnya adalah 2 karena ada 2 siswa perempuan yang tingginya lebih dari 145 cm

6. Min
Microsoft Excel memiliki rumus min yang fungsinya digunakan untuk menentukan nilai manakah yang paling kecil atau paling rendah dalam sekumpulan data numerik pada sheet excel. Syntax yang dipakai untuk rumus min adalah :
=MIN(sel_awal:sel_akhir)
*sel awal, sel akhir adalah kumpulan data yang akan dicari nilai terkecil nya
Contoh :


Pada gambar tersebut, aku ingin menentukan nilai terendah dari C3 sampai C6 maka rumusnya adalah =MIN(C3:C6) kemudian tekan Enter maka hasil nilai terendah akan didapatkan.

7. Max
Selain terdapat fungsi min, dala microsoft excel juga ada fungsi Max. Seperti namanya, fungsi max ini digunakan untuk menentukan nilai manakah yang paling tinggi atau terbesar. Syntax yang dipakai untuk fungsi max adalah :
=MAX(sel_awal:sel_akhir)
*sel awal, sel akhir adalah kumpulan data yang akan dicari nilai terbesar nya
Contoh :


Pada gambar di atas, aku ingin mencari nilai paling besar dari C3 sampai C6 maka rumusnya adalah =MAX(C3:C6) lalu tekan Enter maka hasil nilai terbesar akan didapatkan.

8. Sum
Fungsi sum pada microsoft excel digunakan untuk menjumlah sekumpulan data pada sheet excel. Syntax yang dipakai untuk fungsi sum adalah :
=SUM(sel_awal:sel_akhir)
**sel awal, sel akhir adalah kumpulan data yang akan dijumlahkan
Contoh :


aku akan menjumlahkan data dari C3 sampai dengan C6 maka rumusnya adalah =SUM(C3:C6) lalu tekan Enter maka hasil dari penjumlahan akan didapatkan.

9. Single IF
Fungsi IF akan mengembalikan sebuah nilai jika kondisi yang dicek BENAR/SALAH dan mengembalikan sebuah nilai lainnya jika kondisi yang dicek SALAH. Fungsi IF adalah salah satu rumus excel yang paling sering digunakan. Syntax yang digunakan adalah :
=IF(suatu_kondisi;”nilai_benar”;”nilai_salah”)
Contoh Penggunaan :

10. Vlookup
Fungsi VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format vertikal. Bentuk penulisan fungsinya =VLOOKUP(lookup_value, tabel_array, col_index_num) atau bisa juga dibaca =VLOOKUP(Nilai Kunci, letak table, nomor kolom).
Contoh : Diketahui pada tabel pertama, merupakan table_array yang berisi peraturan suatu perusahaan rokok kepada salesnya dengan range referensi yang telah urut dari kecil ke besar. Akan dihitung bonus penjualan dan penghargaan yang didapatkan sales-salesnya dalam sebulan pada tabel kedua adalah sebagai berikut.

Langkah-langkah :
-Membuat nama range dari table_array A3:C9, misalnya dengan nama “penjualan”
-Untuk bonus digunakan index kolom 2
=VLOOKUP(B12,sales,2,TRUE)
-Untuk penghargaan digunakan indek kolom 3
=VLOOKUP(B12,sales,3,FALSE)
-Melakukan Autofill



Oke, cukup sekian pembahasan pada kali ini. Semoga bermanfaat ya teman-teman ^_^

Baca juga Pengertian Load Balancing