Evolusi Dari Jaringan Mobile 4G

Evolusi Dari Jaringan Mobile 4G

1G

1G mengacu pada generasi pertama dari teknologi telekomunikasi nirkabel mobile. Dalam 1G ini kita dapat melakukan panggilan suara. Layanan ini dilengkapi dengan switching sirkuit. Melalui 1G, panggilan suara dimodulasi ke frekuensi yang lebih tinggi sekitar 150MHz dan naik ketika ditransmisikan antara menara radio menggunakan teknik yang disebut Frequency-Division Multiple Access (FDMA).

 

2G

2G pertama kali muncul sekitar akhir 1980-an sistem 2G mendigitalkan sinyal suara. Ini menyediakan fasilitas SMS tidak seperti 1G yang memiliki fokus utama pada komunikasi verbal. Tergantung pada jenis multiplexing yang digunakan teknologi 2G dapat dibagi menjadi Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA). Sistem 2G menawarkan kualitas yang lebih baikdaripada 1G. Unit ponsel 2G umumnya lebih kecil dari 1G unit, karena mereka memancarkan daya radio yang lebih kecil.

 

2.5G – GPRS (General Packet Radio Service)

2.5G adalah teknologi nirkabel mobile yang dikembangkan dari pendahulunya yaitu 2G. 2.5G adalah istilah informal, diciptakan semata-mata untuk tujuan pemasaran, tidak seperti 2G atau 3G yang secara standar didefinisikan sebagai standar yang ditentukan oleh Telekomunikasi Internasional. GPRS menggunakan modulasi GMSK. Kecepatan data khas GPRS adalah 115 kbps. 2.5G dapat digunakan untuk layanan seperti akses Wireless Application Protocol (WAP), Multimedia Messaging Service (MMS) dan untuk mengakses internet.

 

2.75 – EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution)

EDGE adalah teknologi mobile, diciptakan oleh AT&T. Teknologi EDGE adalah versi extend dari GSM dan berfungsi di jaringan GSM. EDGE merupakan tambahan untuk GPRS dan dapat berfungsi pada jaringan apa pun dengan GPRS. Seseorang tidak perlu menginstal perangkat keras dan lunak tambahan untuk menggunakan Teknologi EDGE. Juga, tidak ada biaya tambahan untuk memanfaatkan teknologi ini.

 

3G

Sistem 3G menjanjikan layanan komunikasi yang lebih cepat, panggilan suara, dan transfer data Internet. Tujuan 3G adalah untuk menyediakan layanan ini kapan saja, di mana saja di seluruh dunia, dengan roaming tanpa batas antar standar. IMT-2000 ITU adalah, standar global untuk 3G.

Jaringan 3G telah berevolusi untuk menggabungkan akses internet berkecepatan tinggi dan video telephone. 3G menawarkan kapasitas besar dan kemampuan broadband. 3G juga memiliki kapasitas jaringan yang lebih besar melalui peningkatan efisiensi spektrum. Teknologi 3G menggunakan CDMA, TDMA dan FDMA. Data dikirim melalui Packet Switching. Panggilan suara diartikan melalui Circuit Switching.

 

3.5G – HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access)

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah protokol telepon seluler, dan juga disebut 3.5G. HSDPA adalah versi yang disempurnakan dan generasi menengah berikutnya dari 3G yang memungkinkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi. HSDPA adalah layanan data dengan transmisi data hingga 8-10 Mbps (dan 20 Mbps untuk sistem MIMO) melalui bandwidth 5MHz dalam downlink WCDMA.

 

3.75G – HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access)

High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA) adalah teknologi evolusi uplink UMTS / WCDMA. Teknologi telekomunikasi seluler HSUPA secara langsung terkait dengan HSDPA dan keduanya saling melengkapi.

HSUPA akan meningkatkan aplikasi data orang-ke-orang tingkat lanjut dengan kecepatan data yang lebih tinggi dan simetris, seperti e-mail dan kecepatan koneksi game.

 

4G

Advertisements

4G adalah istilah untuk komunikasi seluler generasi keempat, yang menawarkan kecepatan 10 kali lebih cepat daripada yang ada di jaringan generasi ketiga sebelumnya, atau 3G. Teknologi 4G dibangun berdasarkan apa yang ditawarkan 3G, tetapi melakukan segalanya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat. Kecepatan datanya yang lebih tinggi bisa membuat smartphone sebanding dengan PC, memberi mereka kemampuan multimedia dan game yang lebih baik.

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.