Press "Enter" to skip to content

Konfigurasi Inter VLAN Routing di Cisco Packet Tracer

Last updated on 22/07/2019

Inter VLAN routing adalah metode untuk menghubungkan tiap PC yang berbeda vlan agar dapat saling berkomunikasi. Inter VLAN routing membutuhkan perangkat layer 3 untuk membuat vlan saling terhubung dalam topologi ini kita menggunakan multilayer switch. Routing on stick juga merupakan inter vlan routing, metode ini menggunakan router sebagai perangkat layer 3.

Topologi

 

Langkah-Langkah

1. Pertama buka aplikasi cisco packet tracer.

2. Buatlah topologi seperti gambar di atas menggunakan satu multilayer switch seri 3560, satu switch seri 2960, dan 3 PC.

3. Setelah itu masuk ke switch0 buka menu CLI.

Konfigurasi CLI switch0 :
Switch>en (masuk ke switch0)
Switch#conf t (masuk ke konfigurasi switch)
Switch(config)#int fa0/2 (masuk ke konfigurasi interface fast ethernet 0/2)
Switch(config-if)#switchport access vlan 10 (membuat port menjadi anggota vlan 10)
Switch(config-if)#ex (keluar dari interface fast ethernet 0/2)
Switch(config)#int fa0/3 (masuk ke konfigurasi interface fast ethernet 0/3)
Switch(config-if)#switchport access vlan 20 (membuat port menjadi anggota vlan 20)
Switch(config-if)#ex (keluar dari interface fast ethernet 0/3)
Switch(config)#int fa0/4 (masuk ke konfigurasi interface fast ethernet 0/4)
Switch(config-if)#switchport access vlan 30 (membuat port menjadi anggota vlan 30)
Switch(config-if)#ex (keluar dari interface fast ethernet 0/4)
Switch(config)#int fa0/1 (masuk ke konfigurasi interface fast ethernet 0/1)
Switch(config-if)#switchport mode trunk (membuat port menjadi mode trunking)

 

4. Selanjutnya masuk ke CLI dari multilayer switch.

Konfigurasi CLI mulilayer switch :
Switch>en (masuk ke multilayer switch)
Switch#conf t (masuk ke konfigurasi terminal)
Switch(config)#int fa0/1 (masuk ke konfigurasi interface fast ethernet 0/1)
Switch(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q (mengaktifkan protokol trunking)
Switch(config-if)#switchport mode trunk (mengubah port menjadi mode trunk)
Switch(config-if)#ex (keluar dari interface fast ethernet 0/1)
Switch(config)#int vlan 10 (masuk ke interface vlan 10)
Switch(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0 (memberikan ip address dan netmask)
Switch(config-if)#int vlan 20 (masuk ke interface vlan 20)
Switch(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0 (memberikan ip address dan netmask)
Switch(config-if)#int vlan 30 (masuk ke interface vlan 30)
Switch(config-if)#ip add 192.168.30.1 255.255.255.0 (memberikan ip address dan netmask)
Switch(config-if)#ex (keluar dari interface vlan 30)
Switch(config)#ip routing (mengaktifkan protokol peroutingan)
Switch(config)#vlan 10 (mengaktifkan interface vlan 10)
Switch(config-vlan)#vlan 20 (mengaktifkan interface vlan 20)
Switch(config-vlan)#vlan 30 (mengaktifkan interface vlan 30)

 

5. Tambahkan konfigurasi IP Address, Netmask, dan Gateway pada setiap PC sesuai dengan topologi dengan netmask /24. Buka PC masuk ke Desktop > IP Configuration.

Advertisements
    • PC0Konfigurasi dari PC0 :
      IP Address : 192.168.10.2
      Subnet Mask : 255.255.255.0
      Gateway : 192.168.10.1 (IP Address vlan 10 di multilayer switch)
    • PC1Konfigurasi dari PC0 :
      IP Address : 192.168.20.2
      Subnet Mask : 255.255.255.0
      Gateway : 192.168.20.1 (IP Address vlan 20 di multilayer switch)
    • PC2Konfigurasi dari PC0 :
      IP Address : 192.168.30.2
      Subnet Mask : 255.255.255.0
      Gateway : 192.168.30.1 (IP Address vlan 30 di multilayer switch)

 

6. Langkah terakhir adalah dengan mengecek ping setiap PC, maka hasil dari setiap ping akan menghasilkan output Successful.

Comments are closed.

Mission News Theme by Compete Themes.

Pin It on Pinterest