Press "Enter" to skip to content

Konfigurasi Static Routing di Cisco Packet Tracer

Last updated on 28/12/2018

Static Routing adalah router yang memiliki tabel routing yang disetting secara manual oleh administrator jaringan. Static Routing ini memiliki pengaturan routing paling sederhana dalam sebuah jaringan. Penggunaan routing statik dalam jaringan yang kecil bukanlah suatu masalah, tapi jika dalam jaringan yang besar memerlukan konfigurasi yang ribet karena harus disetting manual.

Cara Kerja Static Routing ada 3 :
1. Tabel routing dibuat secara manual oleh administrator jaringan.
2. Router melakukan routing berdasar informasi yang diterima dari tabel routing.
3. Administrator menggunakan perintah ip route secara manual untuk konfigurasi router.

Kelebihan Static Routing :
1. Static Routing lebih aman daripada Dynamic Routing
2. Static Routing lebih kebal terhadap para hacker

Langkah – langkah konfigurasi Static Routing di Cisco Packet Tracer :

1. Buka Cisco Packet Tracer

2. Buat topologi-nya seperti di bawah ini

3. Konfigurasi IP pada PC. Caranya klik pada PC->Desktop->IP Configuration

PC 0 :
IP Address -> 192.168.10.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.10.2 (IP Router)
PC1 :
IP Address -> 192.168.20.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.20.2 (IP Router)
PC2 :
IP Address -> 192.168.30.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.30.2 (IP Router)

4. Konfigurasi IP pada Router. Caranya klik pada Router->CLI

->enable => masuk ke router
#conf t => masuk menu konfigurasi
#interface gig0/0 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/0
#ip address 192.168.10.2 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/0
#interface se0/1/0 => konfigurasi interface serial 0/1/0
#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada se0/1/0
#no shutdown => mengaktifkan interface yang telah di konfigurasi



Lakukan langkah yang sama pada Router1 dan Router2 dengan IP :
Router1 :
-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.20.2 -> Subnet = 255.255.255.0
-Interface Se0/1/0 -> IP = 10.10.10.2 ->Subnet = 255.255.255.252
-Interface Se0/1/1-> IP = 20.20.20.1 -> Subnet = 255.255.255.252
Router2 :
-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.30.2 -> Subnet = 255.255.255.0
-Interace Se0/1/0 -> IP = 20.20.20.2 -> Subnet = 255.255.255.252

5. Konfigurasi Static Routing pada Router

Untuk setting static routing di cisco packet tracer menggunakan perintah :
#ip route [destination] [subnet] [next hop address]
Keterangan :
-ip route : perintah membuat tabel routing static
-destination : network jaringan yang dituju
-subnet : subnet mask jaringan yang dituju
-next hop address : ip dari router yang akan dilewati

Lakukan hal yang sama pada Router1 dan Router2 dengan ketentuan :
Router 1 :
#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.1
#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 20.20.20.2
Router2 :
#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 20.20.20.1
#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 20.20.20.1

Advertisements



6. Lakukan pengecekan, bisa dengan menggunakan ping pada CommandPrompt di PC atau dengan menggunakan surat

7. Semoga Bermanfaat…

Comments are closed.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d bloggers like this: