Press "Enter" to skip to content

Konfigurasi Load Balancing Menggunakan HAProxy

Last updated on 31/10/2019

Sebelum masuk ke konfigurasi, ada baiknya kita mengenal sedikit tentang apa itu Load Balancing. Load Balancing adalah teknik untuk membagi beban suatu server ke server lain. Sebagai contoh kita punya sebuah Server A kemudian kita ingin membagi beban dari server tersebut ke Server B. Untuk melakukan hal tersebut kita memerlukan dua server dan satu perangkat yang digunakan untuk load balancing sebagai contoh sebuah server lain ataupun sebuah PC.

Baca Juga : Pengertian Load Balancing

Topologi

Dalam topologi ini terdapat dua server dan satu perangkat load balancing serta beberapa klien. Syarat yang dibutuhkan adalah kedua server sudah terinstall web server dan dapat berjalan dengan baik. Dan juga bedakan tampilan dari kedua web server agar dapat memudahkan pengecekan. Kemudian konfigurasi perangkat load balance seperti berikut.

 

Langkah-Langkah

1. Pertama, ubah repository dari debian menjadi repository internet.

2. Kemudian update repository dengan perintah # apt-get update.

3. Setelah itu, install haproxy dengan perintah # apt-get install haproxy.

4. Masuk ke konfigurasi default haproxy dengan perintah # nano /etc/default/haproxy.

5. Kemudian ubah isi konfigurasi dengan menghilangkan tanda pagar (#) yang berada di CONFIG=”/etc/haproxy/haproxy.cfg”, setelah selesai simpan file konfigurasi tersebut kemudian keluar.

6. Langkah selanjutnya adalah membuka file konfigurasi haproxy.cfg dengan perintah # nano /etc/haproxy/haproxy.cfg.

7. Setelah itu ubah isi file konfigurasi dari haproxy.cfg seperti berikut. Buat syntax frontend dan backend lalu beri nama header dan footer. kemudian di dalam syntax frontend ketikkan bind * = 80 agar haproxy dapat terkoneksi dengan web browser http. Tambahkan syntax mode http pada frontend dan backend agar haproxy berjalan di protokol http. tambahkan juga syntax default_backend footer agar frontend dapat terkoneksi dengan backend. Tambahkan syntax balance roundrobin agar haproxy menggunakan protokol load balance jenis roundrobin. Terakhir tambahkan syntax server web1 172.17.3.3:80 check, syntax web1 digunakan untuk memberi nama server 1, syntax ip merupakan ip dari server satu dan menggunakan port 80.

8. Lalu coba akses IP Address dari perangkat load balance yaitu 172.17.3.6, maka perangkat load balance akan mengarahkan akses ke salah satu web server.

9. Kemudian kita coba untuk mengjui HAproxy dengan cara mematikan service web server pada server 1. Buka salah satu server kemudian stop service web server dengan cara # service apache2 stop  atau refresh secara berkala untuk membuktikan server berganti. *catatan : Pastikan semua server berjalan dengan baik.

10. Lalu coba akses kembali IP Adress dari perangkat load balance dengan mengetikkan IP pada browser. Maka tampilan web server yang akan tampil adalah dari server 2.

Catatan :

Advertisements

Untuk memanfatu penggunaan HAProxy pada konfigurasinya bisa ditambahkan :
stats enable
stats uri /haproxy?stats

Comments are closed.

Mission News Theme by Compete Themes.

Pin It on Pinterest