Macam-macam Jenis Proxy Server

Macam-macam Proxy server

Secara sederhana, proxy boleh kita nyatakan sebagai sebuah server atau alat yang berfungsi meneruskan permintaan pengguna ke server lain di internet. Melihat hal ini proxy rupanya berperan sebagai pihak ketiga atau istilahnya jembatan transmisi yang membantu pengguna agar dapat terhubung ke internet dengan lancar. Proxy sendiri memiliki berbagai fungsi dan kegunaannya seperti untuk meningkatkan keamanan, meningkatkan kecepatan, dan bahkan bisa digunakan untuk berbagi koneksi internet ke perangkat lain.

Dilihat dari seluk beluknya, ternyata proxy server mempunyai lima jenis yang mempunyai fungsinya masing-masing. Dan setiap jenis proxy tersebut digunakan dengan tujuan yang berbeda-beda pula. Berikut ini adalah 5 jenis proxy yang wajib diketahui pengguna proxy.

  1. Transparent Proxy

Transparent Proxy banyak diaplikasikan pada perusahaan-perusahaan untuk mengakses informasi lokal. Misalnya seperti informasi seputar perusahaan yang hanya bisa diakses oleh karyawan di sekitaran lokasi perusahaan saja.

Transparent Proxy merupakan salah satu jenis proxy yang sebaiknya tidak perlu digunakan. Karena jenis ini adalah proxy yang sama sekali tidak merahasiakan alamat IP penggunanya, sehingga alamat IP pengguna akan terlihat jelas oleh publik di dunia maya. Bahkan penggunaan proxy transparan juga disebut-sebut bisa membuat alamat IP pengguna diblokir (banned) secara permanen dan ini juga membuat pengguna tidak bisa mengakses situs-situs tertentu. Namun jika proxy ini sudah dikonfigurasikan secara khusus untuk penggunaannya, maka pengguna tidak akan mendapati alamat IP diblokir seperti yang sudah disebutkan di atas.

  1. Anonymous Proxy

Anonymous Proxy merupakan jenis proxy yang membuat alamat IP asli penggunanya tidak terdeteksi, namun hanya akan terlihat alamat IP samaran yang tidak mencurigakan di dunia maya. Adapun ketika pengguna mengakses internet, alamat IP adalah barang wajib yang harus ada agar pengguna tersebut dapat terhubung ke internet. Tanpa alamat IP kemungkinan sangat mustahil bagi pengguna bisa terhubung ke internet.

Untuk hal itulah Anonymous Proxy ini digunakan, misalkan ketika pengguna mengakses sebuah website, otomatis website tersebut akan mengetahui alamat IP yang digunakan oleh pengguna. Namun jika menggunakan proxy anonim, website tersebut tidak akan mengetahui alamat IP asli milik pengguna tapi yang terdeteksi hanyalah alamat IP proxy server saja. Jadi, proxy ini bisa digunakan untuk menyamarkan alamat IP asli dan bahkan penggunaan Anonymous Proxy juga dipercayai meningkatkan keamanan data milik pengguna.

  1. High Anonymity Proxy

Proxy yang satu ini tidak mendefinisikan dirinya sebagai sebuah proxy server, sehingga tidak menyediakan alamat IP. Dan ketika pengguna mengakses sebuah situs, maka alamat IP pengguna tidak akan terbaca oleh situs bersangkutan maupun internet, namun justru terbaca sebagai sebuah klien. Secara tidak langsung hal ini mengartikan bahwa high anonymity proxy sangat merahasiakan alamat IP penggunanya.

  1. Distorting Proxy

Distorting proxy fungsinya hampir mirip dengan Anonymous Proxy, yakni sama-sama tidak membuat alamat IP asli penggunanya terlihat. Namun perbedaanya terletak pada IP, jika Anonymous Proxy mengubah alamat IP asli penggunanya menjadi alamat IP proxy server, maka distorting proxy ini justru mampu merekayasa alamat IP asli milik pengguna. Sedangkan IP aslinya sendiri hanya dapat dilihat pada HTTP Header.

  1. Reverse Proxy

Reverse proxy pada dasarnya digunakan untuk menyediakan jalan atas berbagai permintaan pengguna dari internet melalui sebuah firewall yang terisolasi atau melalui jaringan pribadi. Adapun untuk fungsinya sendiri, reverse proxy biasa digunakan untuk mencegah pengguna terhubung ke internet dengan akses yang tak termonitor. Selain itu, jenis proxy ini kerap diaplikasikan pada perusahaan-perusahaan yang membatasi penggunanya untuk membuka situs-situs tertentu, dan biasanya digunakan pada jaringan lokal seperti intranet.