Press "Enter" to skip to content

Mengenal Tentang IPv6 (Internet Protocol Version 6)

Last updated on 11/02/2019

IPv6 (Internet Protocol Version 6) adalah protokol internet generasi baru yang menggantikan protokol versi sebelumnya yaitu IPv4. IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Tujuan utama diciptakannya IPv6 karena keterbatasan ruang alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari 32 bit. Mungkin belum terlalu banyak orang yang menggunakan IPv6 namun seiring dengan perkembangan teknologi serta keterbatasan ruang dari pengalamatan IPv4, maka pengguna dari IPv6 ini juga akan meningkat.

Secara struktur IPv6 ini berbeda dengan IPv4. Seperti yang kita ketahui IPv4 memiliki struktur pengalamatan sebanyak 32 bit yang tersusun dari 4 blok yang masing-masing blok sebanyak 8 bit.

Berbeda dengan IPv6 yang memiliki struktur pengalamatan sebanyak 128 bit yang tersusun dari 8 blok yang masing-masing blok sebanyak 16 bit.

Selain dari struktur pengalamatan IPv6 juga memiliki fitur IPv6 Autoconfiguration yang tidak dimiliki oleh IPv4. Fitur ini memungkinkan IPv6 untuk tersetting sendiri seperti DHCP pada IPv4. Autoconfiguration ini juga dapat dibagi menjadi dua metode, yaitu Stateless Mechanism dan Statefull Mechanism.

Perbedaan antara IPv6 dengan IPv4 adalah :

  • Tidak ada subnet masks
  • Tidak ada alamat Broadcast
  • Tidak memerlukan DHCP Server (Stateless Mechanism – Host/Client dapat melakukan konfigurasi otomatis IPv6 Address dan gateway dengan melakukan obtain dari router melalui RS (Router Solicitation) dan RA (Router Advertisement)
  • Dapat menggunakan MAC Address dari perangkat host untuk mendefinisikan Host/Interface ID (EUI-64)
  • Tidak memerlukan NAT untuk End to End Communication

Kelebihan IPv6 dibanding dengan IPv4 :

  • Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
  • Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu group.
  • Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
  • Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
  • Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
  • Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.

Paket IPv6 terdiri dari dua bagian yaitu: Paket Header dan Paket Payload. Ukuran paket Header terdiri dari 40 oktet (320 bit) yang terdiri dari:

Advertisements
  • versi, 4 bit.
  • Traffic class, 8 bit.
  • Label Flow, 20 bit.
  • Panjang Payload, 16 bit.
  • Header berikutnya, 8 bit.
  • Batasan hop, 8 bit.
  • alamat tujuan, 128 bit
  • alamat asal, 128 bit

 

IPv6 ADDRESSING & SUBNETTING

Pada IPv6 memiliki panjang alamat sebanyak 128 bits. Dari 128-bits ini IPv6 ditulis dalam format Hexadecimal dimana memiliki ‘8 fields‘ yang dipisahkan dengan tanda ‘Colon (:)‘. Dan setiap ‘field‘ memiliki panjang 16 bit yang diconvert menjadi 4 digit hexadecimal. Misal, dengan format X:X:X:X:X:X:X:X (dimana X=16 bit, contoh : 2001:0DB8:ACAD:A28B:312C:36FF:FE9C:7A95).
Dalam penulisan IPv6 kita bisa meringkas jika terdapat angka nol didepan atau biasa disebut sebagai ‘Leading Zeroes‘. Dan jika terdapat group angka nol kita bisa meringkas penulisan dengan menggunakan ‘Double Colons‘.

Comments are closed.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d bloggers like this: