7 Sensor yang Sering Digunakan dalam Internet of Things

7 Sensor yang Sering Digunakan dalam Internet of Things

Sensor ada di mana-mana. Sensor berada di rumah, tempat kerja, pusat perbelanjaan dan rumah sakit. Sensor juga tertanam di smartphone dan dalam Internet of Things (IoT). Sensor sudah ada sejak lama, contohnya adalah Thermostat pertama diperkenalkan pada akhir 1880-an dan sensor inframerah telah ada sejak akhir 1940-an. Berikut ini adalah beberapa sensor yang sering digunakan dalam Internet of Things dan sangat populer.

 

1. Sensor Suhu (Temperature)

Sensor suhu mengukur jumlah energi panas dalam suatu sumber, memungkinkan mereka untuk mendeteksi perubahan suhu dan mengubah perubahan ini menjadi data. Mesin yang digunakan dalam pembuatan sering membutuhkan suhu lingkungan dan perangkat berada pada level tertentu. Demikian pula, dalam pertanian, suhu tanah adalah faktor kunci untuk pertumbuhan tanaman.

 

2. Sensor Kelembapan

Jenis sensor ini mengukur jumlah uap air di atmosfer udara atau gas lainnya. Sensor kelembaban umumnya ditemukan dalam sistem pemanas, ventilasi dan pendingin udara di domain industri dan perumahan. Selain itu sensor kelembapan dapat ditemukan di banyak daerah lain termasuk rumah sakit, dan stasiun meteorologi untuk melaporkan dan memprediksi cuaca.

 

3. Sensor Tekanan

Sensor tekanan merasakan perubahan dalam gas dan cairan. Ketika tekanan berubah, sensor mendeteksi perubahan ini, dan mengkomunikasikannya ke sistem yang terhubung. Contoh penggunaannya adalah pengujian kebocoran yang dapat menjadi pembusukan. Sensor tekanan juga berguna dalam pembuatan sistem air karena mudah untuk mendeteksi fluktuasi atau penurunan tekanan.

 

4. Sensor Jarak (Proximity)

Sensor jarak digunakan untuk deteksi objek di dekat sensor. Jenis sensor ini sering memancarkan medan elektromagnetik atau sinar radiasi seperti inframerah. Sensor jarak memiliki beberapa kasus penggunaan yang menarik. Sensor proximity dapat mendeteksi gerakan antara pelanggan dan produk yang ia minati.  Sensor jarak juga digunakan di tempat parkir mal, stadion dan bandara untuk menunjukkan ketersediaan parkir. Mereka juga dapat digunakan pada jalur perakitan bahan kimia, makanan dan banyak jenis industri lainnya.

 

5. Akselerometer (Accelerometer)

Accelerometer mendeteksi akselerasi suatu objek yaitu laju perubahan kecepatan objek sehubungan dengan waktu. Accelerometer juga dapat mendeteksi perubahan gravitasi. Contoh penggunaan akselerometer adalah pedometer pintar dan pemantauan armada penggerak. Mereka juga dapat digunakan sebagai perlindungan anti-pencurian yang menyiagakan sistem jika suatu benda yang seharusnya diam dipindahkan.

 

6. Sensor Gyroscope

Sensor giroskop mengukur laju atau kecepatan sudut, sering kali didefinisikan sebagai pengukuran kecepatan dan rotasi di sekitar sumbu. Contoh penggunaannya adalah di bidang otomotif, seperti navigasi mobil dan sistem kontrol stabilitas elektronik (anti-selip). Contoh lain adalah pengindraan gerak untuk video game, dan sistem deteksi guncangan kamera.

 

7. Sensor Optik

Sensor optik mengubah sinar cahaya menjadi sinyal listrik. Ada banyak aplikasi dan kasus penggunaan untuk sensor optik. Dalam industri otomotif, kendaraan menggunakan sensor optik untuk mengenali tanda-tanda, hambatan, dan hal-hal lain yang akan diperhatikan pengemudi saat mengemudi atau parkir. Sensor optik memainkan peran besar dalam pengembangan mobil tanpa pengemudi. Sensor optik sangat umum di ponsel pintar. Misalnya, sensor cahaya sekitar dapat memperpanjang usia baterai. Sensor optik juga digunakan dalam bidang biomedis termasuk analisis napas dan monitor detak jantung.

Advertisements

 

Semoga Bermanfaat

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.